Kepemimpinan.!!!
PENDAHULUAN.
Pemimpin ialah seseorang yang mampu untuk mempengaruhi moral dan kepuasan kerja, keamanan, kwalitas kehidupan kerja dan terutama tingkat prestasi suatu organisasi. Para pemimpin juga memainkan paranan kritis dalam membantu kelompok, organisasi atau masyarakat untuk mencapai tujuan mereka. Kemudian timbul pertanyaan yang membuat seorang pemimpin effektif?
Apa Hampir semua orang, bila diajukan pertanyaan itu akan menjawab bahwa pemimpin yang effektif mempunyai sifat atau kualitas tertentu yang diinginkan. Bila organisasi dapat mengidentifikasikan kualitas–kualitas yang berhubungan dengan kepemimpinan, kemampuan untuk menyeleksi calon pemimpin efektif akan meningkat. Dan bila organisasi dapat mengidentifikasikan perilaku dan teknik-teknik kepemimpinan efektif, akan dicapai pengembangan efektifitas personalis dalam organisasi.
A. Bagaimana Hakekat Menjadi Seorang Pemimpin?
Menurut pendapat beberapa sumber hakikat untuk menjadi seorang pemimpin antara lain :
1. Menurut Lao Tzu, Pemimpin yang baik adalah seorang yang membantu mengembangkan orang lain, sehingga akhirnya mereka tidak lagi memerlukan pemimpinnya itu.
2. Sedangka istilah dalam bahasa indonesia adalah “Ing Ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani” yang artinya :
Ing Ngarsa Sung Tuladha : Pemimpin harus mampu untuk menjadi pola acuan bagi para pengikutnya. Menjadi contoh dalam setiap perbuatan, dan mampu mengayomi seluruh pengikutnya.
Ing Madya Mangun Karsa : Pemimpin harus mampu menjadi motivator, dan mampu untuk menggelorakan semangat anggotanya dalam berkreasi dan berinovasi.
Tut Wuri Handayani : Pemimpin harus mampu mendorong orang – orang yang diasuhnya berani berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab.
Sedang untuk beberapa aspek umum untuk menjadi seorang pemimpin antara lain :
1.Tangung Jawab, Bukan Keistimewaan.
Ketika seseorang diangkat atau ditunjuk untuk memimpin suatu lembaga
atau institusi, maka ia sebenarnya mengemban tanggung jawab yang besar
sebagai seorang pemimpin yang harus mampu mempertanggung jawabkannya,.
2. Pengorbanan, Bukan Fasilitas
Menjadi pemimpin bukanlah untuk memperkaya diri dengan fasilitas yang serba mewah. Akan tetapi menjadi seseorang yang mampu untuk berbagi, menjadi penyetara dalam kesenjangan masyarakat.
3. Kerja Keras, Bukan Santai.
Para pemimpin mendapat tanggung jawab yang besar untuk menghadapi dan
mengatasi berbagai persoalan yang menghantui masyarakat yang
dipimpinnya untuk selanjutnya mengarahkan kehidupan masyarakat untuk
bisa menjalani kehidupan yang baik dan benar serta mencapai kemajuan dan
kesejahteraan.
4. Melayani, Bukan Sewenang-Wenang.
Pemimpin adalah pelayan bagi orang yang dipimpinnya, karena itu menjadi
pemimpin atau pejabat berarti mendapatkan kewenangan yang besar untuk
bisa melayani masyarakat dengan pelayanan yang lebih baik dari pemimpin
sebelumnya
Seperti dicantumkan pada UUD bahwa kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat, serta dewan di DPR/MPR hanya merupakan badan perwakilan untuk menyuarakan suara rakyat.
5. Keteladanan dan Kepeloporan, Bukan Pengekor.
Dalam segala bentuk kebaikan, seorang pemimpin seharusnya menjadi
teladan dan pelopor, bukan malah menjadi pengekor yang tidak memiliki
sikap terhadap nilai-nilai kebenaran dan kebaikan. Mampu menjadi contoh dan mampu mengambil keputusan dalam masyarakat.
Ketika seseorang diangkat atau ditunjuk untuk memimpin suatu lembaga
atau institusi, maka ia sebenarnya mengemban tanggung jawab yang besar
sebagai seorang pemimpin yang harus mampu mempertanggung jawabkannya,.
2. Pengorbanan, Bukan Fasilitas
Menjadi pemimpin bukanlah untuk memperkaya diri dengan fasilitas yang serba mewah. Akan tetapi menjadi seseorang yang mampu untuk berbagi, menjadi penyetara dalam kesenjangan masyarakat.
3. Kerja Keras, Bukan Santai.
Para pemimpin mendapat tanggung jawab yang besar untuk menghadapi dan
mengatasi berbagai persoalan yang menghantui masyarakat yang
dipimpinnya untuk selanjutnya mengarahkan kehidupan masyarakat untuk
bisa menjalani kehidupan yang baik dan benar serta mencapai kemajuan dan
kesejahteraan.
4. Melayani, Bukan Sewenang-Wenang.
Pemimpin adalah pelayan bagi orang yang dipimpinnya, karena itu menjadi
pemimpin atau pejabat berarti mendapatkan kewenangan yang besar untuk
bisa melayani masyarakat dengan pelayanan yang lebih baik dari pemimpin
sebelumnya
Seperti dicantumkan pada UUD bahwa kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat, serta dewan di DPR/MPR hanya merupakan badan perwakilan untuk menyuarakan suara rakyat.
5. Keteladanan dan Kepeloporan, Bukan Pengekor.
Dalam segala bentuk kebaikan, seorang pemimpin seharusnya menjadi
teladan dan pelopor, bukan malah menjadi pengekor yang tidak memiliki
sikap terhadap nilai-nilai kebenaran dan kebaikan. Mampu menjadi contoh dan mampu mengambil keputusan dalam masyarakat.
B. Adakah Teori Untuk Menjadi Pemimpin yang Baik?.
Suatu teori kepemimpinan tertentu akan sangat mempengaruhi gaya kepemimpinan (Leadership Style), yakni pemimpin yang menjalankan fungsi kepemimpinannya dengan segenap filsafat, keterampilan dan sikapnya. Gaya kepemimpinan adalah cara seorang pemimpan bersikap, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan orang lain dalam mempengaruhi orang untuk melakukan sesuatu.Gaya tersebut bisa berbeda – beda atas dasar motivasi , kuasa ataupun orientasi terhadap tugas atau orang tertentu.
Ø Teori Kepemimpinan Sifat ( Trait Theory )
Analisis ilmiah tentang kepemimpinan berangkat dari pemusatan perhatian pemimpin itu sendiri. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan, bukan diciptakan yang kemudian teori ini dikenal dengan ”The Greatma Theory”. Sifat – sifat itu antara lain : sifat fisik, mental, dan kepribadian.
Keith Devis merumuskan 4 sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi, antara lain :
o Kecerdasan
Berdasarkan hasil penelitian, pemimpin yang mempunyai kecerdasan yang tinggi di atas kecerdasan rata – rata dari pengikutnya akan mempunyai kesempatan berhasil yang lebih tinggi pula.
o Kedewasaan dan Keluasan Hubungan Sosial
Umumnya di dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan internal maupun eksternal, seorang pemimpin yang berhasil mempunyai emosi yang matang dan stabil. Hal ini membuat pemimpin tidak mudah panik dan goyah dalam mempertahankan pendirian yang diyakini kebenarannya.
o Motivasi Diri dan Dorongan Berprestasi
Seorang pemimpin yang berhasil umumnya memiliki motivasi diri yang tinggi serta dorongan untuk berprestasi. Dorongan yang kuat ini kemudian tercermin pada kinerja yang optimal, efektif dan efisien.
o Sikap Hubungan Kemanusiaan
Adanya pengakuan atas pribadi, mendorong terjadinya sebuah hubungan antara pemimpin dan pengikut yang saling terikat.
Ø Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi
Berdasarkan penelitian, perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecendrungan kearah 2 hal.
o Pertama yang disebut dengan Konsiderasi yaitu kecendrungan seorang pemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Contoh gejala yang ada dalam hal ini seperti : membela bawahan, memberi masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan.
o Kedua disebut Struktur Inisiasi yaitu Kecendrungan seorang pemimpin yang memberikan batasan kepada bawahan. Contoh yang dapat dilihat , bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas, kapan, bagaimana pekerjaan dilakukan, dan hasil yang akan dicapai.
Ø Teori Kewibawaan Pemimpin
Kewibawaan atau kharisma hal ini menjadi faktor utama yang harus dimiliki seorang pemimpin. Pemimpin yang memiliki kharisma cenderung mudah untuk mempengaruhi orang lain dan mau untuk melakukan tugas dari pemimpin.
Ø Teori Kepemimpinan Situasi
Seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel, sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan.
Ø Teori Kelompok
Agar tujuan kelompok (organisasi) dapat tercapai, harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dengan pengikutnya.
C. Apa dan Bagaimana Menjadi Pemimpin yang Melayani?
Pemimpin yang melayani ialah seorang pemimpin yang benar-benar tulus untuk mempergunakan seluruh tenaganya untuk rakyat dan pengikutnya. Menjadi seorang agen perubahan untuk rakyatnya. Pemimpin yang melayani adalah seorang yang dari hatinya tulus menjadi pemimpin untuk merubah nasib pengikutnya. Bukan orang yang hanya semata-mata berniat untuk mendapatkan fasilitas lebih, hidup mewah dan kekayaan materi yang berlimpah.
Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang menggunakan kepalanya untuk terus berpikir, berkreasi dan berinovasi tentang cara-cara untuk meningkatkan kesejahteraan sosial,ekonomi rakyatnya.
Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang mau turun langsung mendengarkan keluh kesah rakyatnya, menjadi pendengar yang baik serta tidak berpangku tangan untuk kesejahteraan rakyatnya.
D. Apa dan Bagaimana Menjadi Pemimpin yang Sejati?
Kepemimpinan adalah sebuah keputusan dan lebih merupakan hasil dari proses perubahan karakter atau tranformasi internal dalam diri seseorang. Kepemimpinan bukanlah jabatan atau gelar, melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan dalam diri seseorang. Pemimpin sejati adalah seorang pemberi semangat (encourager), motivator, inspirator, dam maximizer. Pemimpin sejati senantiasa mau belajar dan bertumbuh dalam berbagai aspek , baik pengetahuan, kesehatan, keuangan, relasi, dsb. Setiap harinya senantiasa menyelaraskan (recalibrating ) dirinya terhadap komitmen untuk melayani Tuhan dan sesame. Melalui solitude (keheningan), prayer (doa), dan scripture (membaca Firman Tuhan ).
E. Bagaimana hubungan kearifan local dengan kepemimpinan??
Seseorang yang memiliki pengetahuan luas, mampu bertindak bijaksana dalam pengambilan setiap keputusan semakin dicari untuk dijadikan pemimpin. Seorang pemimpin yang mau untuk terus belajar, mau untuk mendengarkan , melihat berbagai aspek yang mampu mendorong kemajuan suatu organisasi akan terus mampu untuk memberikan pengaruh kepada pengikutnya. Manusia dibesarkan oleh masalah. Setiap pemimpin yang mampu mengatasi masalah dan menjadikannya sebagai modal utama, akan menjadikannya individu yang mempunyai visi dan misi yang mampu mengangkat para pengikutnya.
Tags:
Leadhership